Comeback

Assalamu;alaikum

Penginnya selalu exist tapi susah banget untuk menghilangkan rasa jenuh, bosan, yang ada nanti nanti nanti dan nanti dulu

Macam – macam kondom

Intervensi strategis dalam upaya Safe Motherhood dinyatakan sebagai empat pilar Safe Motherhood yang salah satu pilarnya adalah KB (Keluarga Berencana), yang memastikan bahwa setiap orang/pasangan mempunyai akses ke informasi dan pelayanan KB agar dapat merencanakan waktu yang tepat untuk kehamilan, jarak kehamilan dan jumlah anak.

 

Macam – macam kondom:

  1. Kulit
    1. Dibuat dari membran usus biri – biri (caecum).
    2. Tidak meregang atau mengkerut.
    3. Menjalarkan panas tubuh, sehingga dianggap tidak mengurangi sensitivitas selama sanggama.
    4. Lebih mahal.
    5. Jumlahnya < 1% dari semua jenis kondom.
  2. Lateks
    1. Paling banyak dipakai.
    2. Murah.
    3. Elastis.
  3. Plastik
    1. Sangat tipis (0,025 – 0,035 mm).
    2. Juga menghantarkan panas tubuh.
    3. Lebih mahal dari kondom lateks.

 

Untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan fisiologis calon akseptor, kondom dibuat dalam aneka ragam model:

  1. Transparant.
  2. Berwarna (merah, hitam, biru, hijau, kuning dan lain – lain).
  3. Berujung datar atau berujung kantong.
  4. Kering/berpelumas .
  5. Bermacam – macam ukuran.

 

Daya guna kontrasepsi terdiri atas daya guna teoritis atau fisiologik (theoritical effectiveness), daya guna pemakaian (use effectiveness), dan daya guna demografik (demographic effectiveness). Daya guna teoritis merupakan kemampuan suatu cara kontrasepsi bila dipakai dengan tepat, sesuai dengan instruksi dan tanpa kelalaian. Daya guna pemakaian adalah perlindungan terhadap konsepsi yang ternyata pada keadaan sehari – hari yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ketidakhati-hatian, tidak taat asas, motivasi, keadaan sosial ekonomi budaya, pendidikan, dan lain-lain. Daya guna demografik menunjukkan berapa banyak kontrasepsi diperlukan untuk mencegah suatu kelahiran.

Theoritical effectiveness 2% per 100 pasangan pertahun.

Use effectiveness 13 – 38% per 100 pasangan pertahun.

Use effectiveness sangat erat sekali hubungannya dengan karakteristik individu, misalnya:

Umur

Motivasi : menjarangkan atau menghindari kehamilan

Tingkat pendidikan suami isteri

Lamanya perkawinan

Penghasilan keluarga

Pengalaman memakai kondom

BEBERAPA FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN AKSEPTOR KB PRIA DALAM MENENTUKAN PILIHAN KONTRASEPSI

Ratih P, Amd. Keb
16-11-2011

1. Tingkat Pendidikan
Pendidikan diperoleh dari proses belajar melalui pendidikan formal maupun informal. Pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang dalam menerima informasi dan pengetahuan untuk menuju hidup sehat serta mengatasi masalah kesehatan.
Tidak disangkal bahwa pendidikan seseorang itu berpengaruh dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar. Orang yang mempunyai pendidikan tinggi akan memberikan respon yang lebih rasional dibandingkan mereka yang berpendidikan rendah atau mereka yang tidak berpendidikan, maka dalam menghadapi gagasan barupun mereka akan lebih banyak mempergunakan rasio dari pada emosi. Masyarakat yang tidak berpendidikan maupun berpendidikan rendah tentu akan lebih banyak memberikan respon terhadap sesuatu gagasan baru itu dengan emosi. Karena hal yang baru dianggapnya dapat mengguncangkan masyarakat atau merubah apa yang telah mereka lakukan pada masa yang lalu. Tingkat pendidikan tidak saja mempengaruhi kerelaan menggunakan keluarga berencana, tetapi juga pemilihan suatu metode. Baca lebih lanjut

AKHWAT SEJATI

Seorang gadis cilik bertanya pada Ayahnya
“Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan Ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari keahlIannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.
Sang Ayah terdIam sembari menatap putrinya
“Lantas apa lagi Abi…?”
Ketahuilah putriku….
Akhwat Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana Ia berani mempertaruhkan kehormatannya.
Akhwat Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujIan yang Ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana Ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.
Dan Ingatlah…!!!
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.
Setelah itu Sang anak kembali bertanya
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi…?”
Sang Ayah memberikan sebuah buku dan berkata
“Pelajarilah mereka!!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihat sebuah tulisan
“ISTRI PARA NABI”
Meski kita bukanlah salah satu dari Istri Nabi
Tapi meneladaninya adalah sebuah bentuk kecintaan kita terhadap
Allah SWT

Fibroadenoma

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Fibroadenoma mammae (FAM), umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan usia di bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Terkadang mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang sering terjadi dipayudara. Benjolan tersebut berasal dari jaringan fibrosa (mesenkim) danjaringan glanduler (epitel) yang berada di payudara, sehingga tumor ini disebut sebagai tumor campur (mix tumor), tumor tersebut dapat berbentuk bulat atauoval, bertekstur kenyal atau padat, dan biasanya nyeri. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, olehsebab itu sering disebut sebagai ”breast mouse”.
Di bawah ini kami akan membahas lebih lanjut tentang fibroadenoma mammae.
Baca lebih lanjut

Grafik DDST

PERKEMBANGAN menurut DENVER II (DDST II)

By. Rusana, S.Kep., Ns

Pengertian

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1997).

Perkembangan Menurut Denver II

Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening Test (DDST-R). Adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Tes ini bukan tes diagnostik atau tes IQ. Waktu yang dibutuhkan 15-20 menit.

a. Aspek Perkembangan yang dinilai

Terdiri dari 125 tugas perkembangan.

Tugas yang diperiksa setiap kali skrining hanya berkisar 25-30 tugas

Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai:

1) Personal Social (perilaku sosial)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

2) Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.

3) Language (bahasa)

Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan

4) Gross motor (gerakan motorik kasar)

Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

b. Alat yang digunakan

 Alat peraga: benang wol merah, kismis/ manik-manik, Peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/ permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/ kertas, pensil, kubus warna merah-kuning-hijau-biru, kertas warna (tergantung usia kronologis anak saat diperiksa).

 Lembar formulir DDST II

 Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya.

c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu:

1) Tahap pertama: secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia:

3-6 bulan

9-12 bulan

18-24 bulan

3 tahun

4 tahun

5 tahun

2) Tahap kedua: dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.

d. Penilaian

Jika Lulus (Passed = P), gagal (Fail = F), ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO).

CARA PEMERIKSAAN DDST II

 Tetapkan umur kronologis anak, tanyakan tanggal lahir anak yang akan diperiksa. Gunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun.

 Jika dalam perhitungan umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah, jika sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas.

 Tarik garis berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST.

 Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor, berapa yang P dan berapa yang F.

 Berdasarkan pedoman, hasil tes diklasifikasikan dalam: Normal, Abnormal, Meragukan dan tidak dapat dites.

1) Abnormal

a) Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan, pada 2 sektor atau lebih

b) Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan Plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia .

2) Meragukan

a) Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih

b) Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.

3) Tidak dapat dites

Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan.

4) Normal

Semua yang tidak tercantum dalam kriteria di atas.

Pada anak-anak yang lahir prematur, usia disesuaikan hanya sampai anak usia 2 tahun:

Contoh perhitungan anak dengan prematur:

An. Lula lahir prematur pada kehamilan 32 minggu, lahir pada tanggal 5 Agustus 2006. Diperiksa perkembangannya dengan DDST II pada tanggal 1 April 2008. Hitung usia kronologis An. Lula!

Diketahui:

Tanggal lahir An. Lula : 5-8-2006

Tanggal periksa : 1-4-2008

Prematur : 32 minggu

Ditanyakan:

Berapa usia kronologis An. Lula?

Jawab:

2008 – 4 – 1 An. Lula prematur 32 minggu

2006 – 8 – 5 Aterm = 37 minggu

_________ – Maka 37 – 32 = 5 minggu

1 – 7 -26

 Jadi usia An. Lula jika aterm (tidak prematur) adalah 1 tahun 7 bulan 26 hari atau

1 tahun 8 bulan atau 20 bulan

Usia tersebut dikurangi usia keprematurannya yaitu 5 minggu X 7 hari = 35 hari, sehingga usia kronologis An. Lula untuk pemeriksaan DDST II adalah:

 1 tahun 7 bulan 26 hari – 35 hari = 1 tahun 6 bulan 21 hari

Atau

1 tahun 7 bulan atau 19 bulan

Interpretasi dari nilai Denver II

 Advanced

Melewati pokok secara lengkap ke kanan dari garis usia kronologis (dilewati pada kurang dari 25% anak pada usia lebih besar dari anak tersebut)

 OK

Melewati, gagal, atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia antara persentil ke-25 dan ke-75

 Caution

Gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia kronologis di atas atau diantara persentil ke-75 dan ke-90

 Delay

Gagal pada suatu pokok secara menyeluruh ke arah kiri garis usia kronologis; penolakan ke kiri garis usia juga dapat dianggap sebagai kelambatan, karena alasan untuk menolak mungkin adalah ketidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu

Interpretasi tes

 Normal

Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan

 Suspect

Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan

 Untestable

Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90%

Rekomendasi untuk rujukan tes Suspect dan Untestable:

Skrining ulang pada 1 sampai 2 minggu untuk mengesampingkan faktor temporer

 

 GRAFIK DDST

 

DENVER DEVELOPMENT SKRINING TEST (DDST)

Pada 8 Januari 2008 telah dilaksanakan tes skrining menurut Denver (DDST) II oleh mahasiswi Akademi Kebidanan Yogyakarta semester III A. DDST adalah salah satu dari metode Skrining terhadap pelayanan perkembangan anak.
Tujuan DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik, dapat diandalkan dan menunjukan validitas yang tinggi. DDST untuk mengetahui tingkat perkembangan anak, mendeteksi secara dini apakah anak mengalami keterbelakangan atau tidak sesuai dengan tugas perkembangan menurut umur yang terdapat dalam formulir DDST. Tugas perkembangan anak dibagi dalam 125 tugas yang harus telah dicapai pada usia 5 tahun. Tugas perkembangan tersebut dibagi dalam 4 sektor yaitu: bahasa, perilaku social, gerakan motorik kasar dan gerakan motorik halus.
Pelaksanaannya di kampus Akademi Kebidanan Yogyakarta. Jumlah mahasiswa yang melaksanakan DDST ini adalah 45 orang dibagi dalam 4 kelompok, masing – masing kelompok membawa balita yang umurnya berbeda – beda yaitu umur 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, dan 5 tahun.
Hasil yang didapat adalah semua balita lulus DDST.
Mahasiswa melaksanakan praktikum tersebut adalah untuk memenuhi tugas Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita yang diampu oleh Ibu Sri Handayani, S.Kep., M.Kes. Metode pembelajaran ini efektif untuk menerapkan teori yang telah diberikan.
DDST secara efektif dapat mengidentifikasi antara 85 – 100 % bayi dan anak – anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan, dan pada selanjutnya 85 % dari kelompok DDST abnormal akan mengalami kegagalan di sekolah 5 – 6 tahun kemudian.
Adapun aspek perkembangan yang dinilai 125 tugas perkembangan yang dibagi dalam 4 kelompok sector perkembangan antara lain:
1. Personal Social (Perilaku Sosial).
2. Fine Motor Adaptive (Gerakan Motorik Halus).
3. Language (Bahasa).
4. Gross Motor (Gerakan Motorik Kasar).
Tugas perkembangan diperiksa setiap kali skrining adalah 25 – 30 tugas, waktunya hanya sekitar 15 – 20 menit.

 

  • Dapatkah anak anda membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? Ia dapat menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
  • Jika anak anda memungut benda kecil seperti kacang, apakah ia mengambilnya dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti yang terlihat pada gambar?

  • Dapatkah bayi anda duduk sendiri tanpa bantuan?
  • Sebutkan dua atau tiga kata yang dapat ditiru oleh bayi anda (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Menurut pendapat anda, apakah ia mencoba meniru kata-kata tadi?
  • Tanpa anda menggerakkan tangan bayi anda, dapatkah ia mempertemukan dua balok kecil? Kerincian bertangkai dan tutup panci tidak ikut dinilai.
  • Dapatkah anak anda jalan sendiri atau jalan dengan berpegangan?
  • Tanpa bantuan dapatkah anak anda bertepuk tangan atau melambai-lambai? (Jawablah TIDAK jika ia membutuhkan bantuan)
  • Dapatkah anak anda mengatakan “pa-pa” jika ia memanggil atau melihat ayahnya?
  • Dapatkah anak anda mengatakan “ma-ma” jika ia memanggil atau melihat ibunya?  (Jawablah YA jika anak anda mengatakan salah satu diantaranya)
  • Dapatkah anak anda berdiri tanpa berpegangan selama kira-kira 5 detik?
  • Dapatkah anak anda berdiri tanpa berpegangan selama 30 detik atau lebih?

  • Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu (atau dipojok) dan kemudian muncul dan menghilang secara berulang-ulang, apakah bayi anda mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?
  • Berikan bayi anda pena atau pinsil dan letakkan di telapak tangannya. Cobalah untuk mengambil pena / pinsil tersebut secara perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pena atau pinsil itu kembali?
  • Apakah bayi anda dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi atau meja?
  • Dapatkah bayi anda mengatakan “ma-ma” atau “pa-pa”? Jawablah YA jika bayi anda mengeluarkan salah satu suara tadi.
  • Dapatkah bayi anda mengangkat dirinya sendiri sampai berdiri tanpa bantuan anda?
  • Dapatkah bayi anda membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? Ia dapat menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
  • Jika bayi anda memungut benda kecil seperti kacang, apakah ia mengambilnya dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti yang terlihat pada gambar?

  • Dapatkah bayi anda duduk sendiri tanpa bantuan?
  • Sebutkan dua atau tiga kata yang dapat ditiru oleh bayi anda (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Menurut pendapat anda, apakah ia mencoba meniru kata-kata tadi?
  • Tanpa anda menggerakkan tangan bayi anda, dapatkah ia mempertemukan dua balok kecil? Kerincian bertangkai dan tutup panci tidak ikut dinilai

BUKU KEBIDANAN

DAFTAR
BUKU BUKU KEBIDANAN
R R PUSTAKA
     
NO JUDUL  HARGA 
1 ILMU KEBIDANAN       50,000.00
2 ILMU KANDUNGAN       50,000.00
3 ILMU BEDAH KEBIDANAN       40,000.00
4 MATERNAL NEONATAL       40,000.00
5 KEPERAWATAN
MATERNITAS
    240,000.00
6 ASUHAN PERSALINAN
NORMAL
      30,000.00
7 KAMUS SAKU KEBIDANAN       20,000.00
8 KAMUS SAKU KEDOKTERAN
DORLAN
      55,000.00
9 ILMU KESEHATAN ANAK (
3 BUKU )
      85,000.00
10 ILMU KESEHATAN ANAK
KEBIDANAN
      45,000.00
11 KESEHATAN REPRODUKSI
WANITA
      20,000.00
12 SINOPSIS OBSTETRI 1       25,000.00
13 SINOPSIS OBSTETRI 2       25,000.00
14 BUKU SAKU BIDAN       30,000.00
15 KETRAMPILAN DASAR
PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN
      35,000.00
16 OBAT OBAT PENTING
BESAR
      65,000.00
17 OBAT OBAT PENTING
KECIL
      20,000.00
18 PIJAT BAYI + CD       40,000.00
19 KAPITA SELEKTA 1       35,000.00
20 KAPITA SELEKTA 2       35,000.00
21 PANDUAN PRAKTIS
PELAYANAN KONTRASEPSI
      37,500.00
22 DIAGNOSA NANDA       35,000.00
23 50 TAHUN IBI       30,000.00
24 PETUNJUK KONSULTASI
MIMS
      35,000.00
25 TOEFL + CD       60,000.00
26 KAMUS KEPERAWATAN       35,000.00
27 PATOFIFIOLOGI       95,000.00
28 PENGKAJIAN FISIK
KEPERAWATAN
      25,000.00
29 PHANTOM       25,000.00
30 ASUHAN KEBIDANAN
PERSALINAN DAN KELAHIRAN
      25,000.00
31 TUMBUH KEMBANG ANAK       25,000.00
32 ASUHAN KEBIDANAN
NIFAS
      35,000.00
33 ILMU KEBIDANAN,
PENYAKIT KANDUNGAN
      35,000.00
34 ANATOMI FISIOLOGI
BIDAN
      25,000.00
35 OBSTETRI FISIOLOGI       25,000.00
36 OBSTETRI PATOLOGI       25,000.00
37 FARMAKOLOGI KEBIDANAN       40,000.00
38 DOKUMENTASI KEBIDANAN       35,000.00
39 GINEKOLOGI       25,000.00
40    
     
SUDAH TERMSUK
ONGKOS KIRIM ( KECUALI UNTUK LUAR P. JAWA HARGA BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM ) VIA EMAIL CARANYA : KIRIM DAFTAR BUKU, HARGA YANG DIPESAN, NAMA, ALAMAT, LENGKAP, NO HP, TRANSFER UANG SESUAI BUKU KE NO REKENING XXXXXXXXX( AKAN DIKONFIRMASIKAN LEWAT EMAIL ANDA ),
HARGA SEWAKTU WAKTU BERUBAH kirim email ke : maile13@telkom.net